Januari 28, 2022

Utamakan Pelayanan Bagi Disabilitas, PN Malang Teken MoU Dengan Kejari & Kepolisian

NgalamNews – Sejumlah lembaga penegak hukum di Kota Malang dan Kota Batu melakukan perjanjian kerjasama (MoU) tentang penyediaan layanan disabilitas, dalam proses peradilan di Kota Malang & Kota Batu, di RM Kantri, Singosari, Kabupaten Malang, Senin (10/1/22).

Sejumlah lembaga itu, mulai dari Pengadilan Negeri Kota Malang, Polresta Malang Kota, Kejaksaan Negeri Kota Malang, Kejaksaan Negeri Kota Batu serta Polres Batu.

Ketua Pengadilan Negeri Kota Malang, Judi Prasetyo mengatakan, kerjasama itu terkait penanganan peradilan bagi penyandang Disabilitas.

“Kerjasama itu, untuk peningkatan pelayanan disabilitas dalam proses peradilan. Menjamin hak yang sama di hadapan hukum,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, kerjasama ini juga untuk memberikan akses yang luas untuk masyarakat pencari keadilan. Diharapkan, dapat memberikan nilai tambah peningkatan pelaayanan agar lebih cepat, murah, mudah dalam memberikan layanan bagi penyandang disabilitas

“Intinya, dengan kerjasama ini, sarana pra saranan layanan disabilitas yang sudah ada di masing masing lembaga, bisa teintegrasi. Sehingga bisa mempercepat proses penyidikan, penuntutan dan sidang dalam proses peradilan,” tuturnya.

Lebih lanjut Judi menjelaskan, salah satu point dalam kerjasama itu, para pihak sepakat untuk melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan perjanjian kerjasama ini secara berkala setiap 6 bulan sekali.

“Termasuk, jika dirasa perlu untuk upgrade sarana prasana untuk disabilitas. Tentunya, menyesuaikan dengan anggaran. Di PN sendiri, sudah disiapkan semuanya. Mulai guiding block, penerjemah, braile, earphone dan sarpras lainya,” pungkasnya.

Dalam kerjasama itu dihadiri juga, Direktur Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (Sapda), Nurul Sa’adah Andriani.

Ia menyebut, lembaga hukum sangat dibutuhkan bagi kaum disabilitas. Disamping itu, sarana penunjang juga harus memadai dan ramah bagi disabilitas.

“Di lembaga itu, memang sudah ada sarana prasarana untuk disabilitas. Saat ini telah dilakukan MoU. Tapi yang paling penting adalah implementasinya,” ucap Nurul.

Dirinya juga menambahkan, upaya ini sangat penting. Mengingat kaum disabilitas menjadi prioritas utama untuk mendapatkan pelayanan.

“Ini juga dioptimalkan dari sarpras yang ada. Selain itu, juga pendampingan kepada para petugas yang ada,” tandas dia. (Ocky)

Reporter: Ocky Novianton