Januari 28, 2022

Polresta Malang Kota Swap Acak Pengungsi untuk Cegah Muncul Klaster Baru Covid-19 Saat Bencana

NgalamNews – Dalam tahap pemulihan (recovery) paska terjadinya bencana banjir bandang di kota Batu yang juga berimbas ke beberapa wilayah di kota Malang, Kapolresta Malang Kota mengantisipasi munculnya klaster terbaru Covid-19.

“Jadi jangan sampai kita selamat dari bencana tapi justru muncul klaster baru Covid-19 mengingat saat ini Covid-19 itu masih ada,” ungkap Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto S.I.K., M.Si. Sabtu petang kemarin (07/11/2021).

Oleh karenanya, saat proses evakuasi dan pemulihan paska bencana, Polresta Malang Kota bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Malang berusaha menyediakan kebutuhan agar masyarakat yang mengungsi tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kemarin kita kirimkan seribu masker dan juga lakukan swap  secara acak kepada sekitar 30 orang di dua lokasi pengungsian,” ungkap Kapolresta Malang Kota.

Dalam kondisi bencana dan paska bencana ini, AKBP Budi Hermanto S.I.K., M.Si menegaskan Polresta Malang Kota telah membuat group bersama pihak-pihak terkait guna kordinasi dan update informasi terbaru terkait bencana.

“Jadi kita telah membuat group dimana dari group tersebut kita dapat memonitor update informasi terkait tingkat curah hujan, angin dan mitigasi bencana sehingga kita di Kota Malang dapat melakukan tindakan antisipasi bencana,” ungkap Kapolresta Malang Kota.

Kondisi rawan terjadi bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat tingginya curah hujan dan angin kencang, AKBP Budi Hermanto S.I.K., M.Si menegaskan perlu adanya perapian pohon agar tidak menimpa pengendara.

“Ada juga yang perlu diperhatikan seperti saat terjadi bencana misalkan di malam hari, jangan sampai ada warga masyarakat yang masih berada di lokasi-lokasi yang rawan terdampak,” ungkap Kapolresta Malang Kota yang akrab disapa Buher ini.

Sebelum mengakhiri wawancara, Buher mengapresiasi kesigapan dan empati masyarakat yang ingin membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. “Namun sebelum mengirimkan bantuan, harapannya dicari tahu dulu kebutuhan-kebutuhan seperti apa yang benar-benar diperlukan para pengungsi,” pungkas Buher.