NgalamNews – Pertandingan lanjutan Grup O Liga 3 Nasional antara NZR Sumbersari vs Farmel FC di Stadion Gajayana, Rabu (9/2) sore kemarin berakhir dengan insiden kericuhan.

Selepas berkesudahan skor 1-1 itu, ada insiden penyerbuan wasit asal Papua, yaitu Kevin Keegan Jarona yang menjadi sasaran amukan para pemain dari tim NZR Sumbersari FC, karena dianggap tidak adil saat memimpin laga tersebut.

Imbas dari insiden tersebut, tim dari match commisioner dan wasit melapor ke Polresta Malang Kota atas tindakan penganiayaan dan sudah diterima Polresta Malang Kota, Kamis (10/2) kemarin.

Menanggapi hal itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto bilang, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Dan sampai saat ini baru 3 orang saksi yang sudah dimintai keterangannya.

“Ini baru 3 orang saksi sidah diperiksa, termasuk pelapor dan bukti hasil visum. Kami juga akan menganalisis video yang beredar di medsos,” ujarnya, Jumat (11/2/22)

Ia sangat menyayangkan adanya insiden tersebut. Dan ia pun mengimbau agar kejadian kemarin menjadi pembelajaran semua oramg untuk tidak main hakim sendiri.

“Harusnya, ada cara lain yang bisa disampaikan, tidak seperti menyerang atau main hakim sendiri,” tuturnya kepada reporter City Guide FM.

Pria yang akrab disapa BuHer itu menambahkan, tim yang dirugikan bisa melapor ke komisi disiplin (Komdis) PSSI pusat, untuk ditindaklanjuti.

“Seharusnya, tim yang dirugikan atas tindakan wasit saat pertandingan bisa mengambil langkah hukum lain. Jadi kronologisnya dianggap kecurangan wasit, sehingga salah satu tim merasa tidak adil,” lanjutnya.

Pasca insiden itu, dirinya langsung berkoordinasi dengan Polda Jatim dan selanjutnya menghentikan sementara sisa pertandingan penyisihan grup Liga 3 nasional di Kota Malang.

Selain dari insiden tersebut, masalah Covid-19 juga menjadi pertimbangan pihaknya untuk menunda sisa laga di Grup O & Grup P.

“Ada 19 pemain dari tim Batavia FC yang positif Covid-19 & kami tidak ingin ada kluster baru. Apalagi ditambah dengan adanya penyerangan wasit itu,” tambahnya.

Ia berharap, ketertiban dan keamanan umum di Kota Malang tetap terjaga dengan baik, walaupun ada insiden pemukulan wasit yang sangat tidak patut dicontoh.

“Perlu diketahui suasana kamtibmas Kota Malang sangat aman & kami tak ingin pertandingan Liga 3 menciptakan suasana kamtibmas tidak baik. Jadi, Liga 3 kami hold (tidak dilanjutkan) dulu,” tandasnya. (Ocky)

Reporter: Ocky Novianton

By sugeng