NgalamNews – Tidak bisa dipungkiri, kasus Covid-19 terus merenggut korban jiwa. Masyarakat Indonesia harus lebih protektif serta taat pada protokol kesehatan yang ada. Menggunakan hand sanitizer menjadi salah satu cara untuk menjaga diri dari infeksi virus ini, karena melalui perantara tangan, virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Selain praktis untuk dibawa kemana saja, hand sanitizer diketahui terbukti efektif dalam membunuh virus. Alkohol minimal 60% dalam sanitizer dapat membunuh bakteri dan virus. Namun, kebutuhan hand sanitizer ternyata berbanding terbalik dengan yang tersedia baik di instansi kesehatan maupun pasar.

Pada awal pandemi saja, penjualan hand sanitizer mengalami peningkatan. Permintaan yang meningkat ini disebabkan karena masyarakat melakukan tindakan panic buying sebagai langkah antisipasi penjagaan diri dari Coronavirus dengan mengalihkan aliran dana yang dimiliki untuk membeli hand sanitizer sebagai kebutuhan pokok.

Melihat beberapa hal tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbud-Ristek menciptakan peluang inovasi bisnis produk hand sanitizer dengan antiseptik dari bioetanol hasil fermentasi molase yang berkelanjutan. Tim ini diketuai oleh Wildan Sholihan Amien yang berasal dari jurusan Biologi dengan anggotanya Dinda Aisya Bella (Matematika), Reta Lola Oftaviana (Fisika), Ulfah Balqis Ramadhani (Fisika), dan Faza Salsabila (Kimia) berinisiatif untuk berjualan hand sanitizer. Berbeda dari hand sanitizer pada umumnya, bahan baku hand sanitizer ini adalah molase atau tetes tebu.

“Pemilihan tetes tebu (Molase) ini dikarenakan adanya peluang bisnis berkelanjutan yang cukup besar, daripada tidak dimanfaatkan dan bahkan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan”, jelas Wildan. Hand sanitizer hasil olahan tetes tebu ini dibranding dengan nama MOSAN Hand Sanitizer.

Berbeda dari hand sanitizer pada umumnya, MOSAN hand sanitizer memiliki aroma yang khas dan membawa manfaat khusus di tiap kemasannya, aroma-aroma tersebut diantaranya: original, lavender, tea tree, dan Peppermint. “Dari segi kemasan, MOSAN Hand Sanitizer juga memiliki keunikan, tutup botolnya didesain flip top sehingga tidak mudah tumpah”, tambah Wildan. MOSAN Hand Sanitizer ini memiliki keefektifan membunuh bakteri dan virus mencapai 93,64% setelah diuji secara klinis di salah satu laboratorium analisis di Kota Malang. Besar harapan untuk MOSAN mampu membantu supply atas kelangkaan produk hand sanitizer di Indonesia saat ini.

By sugeng