NgalamNews || Singosari, Kabupaten Malang – Tersembunyi di dalam kompleks Candi Singosari yang kuno, terletak sebuah keajaiban alam yang telah mengalir selama berabad-abad: Mata Air Candi Sumberawan. Mata air ini memiliki sejarah yang panjang, mengundang rasa ingin tahu, dan memiliki peran penting dalam kehidupan sekitar. Mari kita telusuri asal usul, manfaat, dan perkembangan mata air ini.

Menurut legenda setempat, Mata Air Candi Sumberawan pertama kali ditemukan oleh Raja Ken Arok, pendiri Kerajaan Singosari pada abad ke-13. Dalam legenda, air ini diyakini memiliki kekuatan penyembuhan dan dianggap sebagai anugerah dari para dewa. Nama “Sumberawan” sendiri berasal dari kata Jawa yang berarti “mata air yang melimpah.”

Mata Air Candi Sumberawan memiliki beberapa kegunaan yang dipercayai oleh masyarakat setempat. Airnya yang jernih digunakan untuk keperluan mandi, minum, dan upacara keagamaan. Dalam budaya Jawa, mata air seperti ini sering dianggap memiliki khasiat penyembuhan dan memiliki energi spiritual yang tinggi.

Kendati tidak ada catatan pasti tentang siapa yang pertama kali menemukan mata air ini, keberadaannya telah lama diketahui oleh masyarakat setempat. Pemerintah setempat telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi mata air ini, dengan menjaga kelestariannya serta mempromosikannya sebagai salah satu atraksi wisata budaya yang penting di Kabupaten Malang.

Mata Air Candi Sumberawan saat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin merasakan keajaiban alam dan budaya Indonesia. Pemerintah telah melakukan investasi dalam pengembangan fasilitas dan aksesibilitas ke tempat ini. Salah satu penjaga mata air, Bapak Slamet, menyatakan, “Kami bangga menjaga warisan ini. Mata air ini adalah bagian dari sejarah dan budaya kami, dan kami berkomitmen untuk menjaganya agar tetap alami.”

Menurut Dr. Siti Handayani, seorang ahli sejarah budaya di Universitas Malang, “Mata Air Candi Sumberawan adalah simbol kearifan lokal dan merupakan warisan berharga yang harus dilestarikan. Ini adalah contoh nyata bagaimana budaya, sejarah, dan alam bisa bersatu dalam harmoni.”

Pemerintah Kabupaten Malang telah merilis pernyataan yang menyatakan komitmennya untuk melindungi mata air ini dan mempromosikannya sebagai tujuan wisata yang berarti. “Mata Air Candi Sumberawan adalah aset berharga yang harus dijaga dengan baik. Kami akan terus mendukung upaya pelestarian dan memastikan bahwa warisan ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” kata Bupati Malang dalam pernyataannya.

Mata Air Candi Sumberawan bukan hanya sumber air yang mengalir, tetapi juga penjaga nilai-nilai sejarah dan budaya yang kaya. Keberadaannya mengingatkan kita akan pentingnya merawat dan menghormati warisan alam dan budaya kita yang unik.

By Riyadi