NgalamNews – Kompetisi Babak 64 Besar Liga 3 Zona Nasional musim 2021/2022 Grup O antara Farmel FC Jakarta Vs NZR Sumbersari FC Malang berakhir dengan ricuh.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gajayana, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Rabu (9/2/22) sore. Dalam pertandingan tersebut, memang kedua tim punya kans untuk meraih kemenangan di laga kedua grup itu.

Disisi tim Farmel FC, mereka butuh kemenangan kedua untuk memastikan satu langkahnya ke fase 34 Besar. Sedangkan bagi tim NZR Sumbersari FC, butuh menang 3 poin untuk menjaga peluangnya lolos ke babak berikutnya, setelah dilaga kemarin kalah atas Serpong City FC 0-3.

Diawal Babak Pertama, tensi permainan kedua tim cukup kuat. Namun NZR Sumbersari FC memanfaatkan peluang itu dengan mencetak gol dari sontekan kaki pemainnya, Ghifari Vaiz Aditya pada menit ke 22′.

Pasca gol tersebut, tentu intensitas permainan kedua tim semakin meningkat. Alhasil, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh tim Farmel FC yang tidak digubris oleh sang wasit Kevin Keegan Jarona asal Kota Jayapura, Papua.

Dibabak kedua yakni pada menit ke 60′, wasit malah menunjuk ke titik pinalti gawang dari tim NZR Sumbersari FC, setelah salah satu pemain Farmel FC melakukan diving.

Puncak protes dan emosi pun hadir dikubu tim NZR Sumbersari FC dan laga pun berhenti hingga 15 menit. Walaupun begitu, mereka tetap melanjutkan laga tersebut dan eksekusi penalti dilaksanakan oleh pemain Farmel FC yang berkedudukan skor 1-1 lewat sepakan Abdillah Syafa dimenit ke 70′.

Kontroversi dari sang pengadil lapangan tersebut kembali terjadi, hingga dimasa akhir babak kedua yang sebelumnya tertunda 15 menit adanya insiden itu, justru wasit pun memberikan tambahan waktu hanya 5 menit.

Hal itu disampaikan Media Officer NZR Sumbersari FC, Dani Kristiawan saat ditemui disela-sela pasca pertandingan tersebut.

“Dari kami sangat menyayangkan sikap ketidaktegasan dari sang wasit. Banyak pelanggaran dari tim Farmel FC terhadap pemain kita tapi tidak diindahkan,” ucapnya.

Ia menyebut, para pemain maupun official tim sangat kecewa. Apalagi dengan adanya insiden diving pemain Farmel FC di jantung pertahanan timnya yang membuahkan tendangan penalti.

“Benar, secara kasat mata sudah jelas dia (pemain Farmel FC) melakukan diving. Tapi wasit malah menunjuk titik putih penalti. Ini sangat merugikan bagi kami,” tutur dia.

Dirinya juga menambahkan, saat ini manajemen tengah merundingkan apakah insiden ini akan dibawa ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI pusat atau tidak.

“Kami rapatkan dulu dengan manajemen. Intinya dari kita sangat menyayangkan sikap dari wasit,”.

Ia juga meminta agar PSSI bisa memilih wasit yang memiliki kualitas yang bagus dan tegas, agar kejadian ini tidak terjadi kembali.

“Banyak kejadian seperti ini diberbagai laga. Oleh karena itu kami minta agar PSSI bisa menunjuk wasit yang lebih tegas dan kredibilitasnya bagus. Memang Liga 3 paling bawah, tapi alangkah baiknya jika wasitnya punya jam terbang tinggi,” pungkasnya. (Ocky)

Reporter : Ocky Novianto

By sugeng