Kapolresta Malang, Awali Tugas dengan Doa Bersama Tokoh Agama dan Anak Yatim

NgalamNews – Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto patut diteladani. Sebab, saat mengawali tugas perdana sebagai Kapolresta Makota, dia mengajak para tokoh agama dan anak yatim piatu untuk doa bersama.

Dalam doa bersama yang digelar  di Aula Sanika Satyawada, Mapolresta Makota, Jumat (18/6/2021) dengan protokol kesehatan (Prokes) super ketat itu seluruh tokoh agama hadir. Di antaranya Ketua PWI NU Jatim, KH Marzuki Mustamar, pengasuh Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso, KH Gus Nawawi Maksum.

Selain itu Ketua NU Kota Malang, Ketua PD Muhammadiyah Kota Malang.  Hadir pula tokoh agama dari Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu serta Pembina PWI Malang Raya Arief Waworuntu.

Mereka ikut berdoa bersama anak yatim piatu pada acara Doa Bersama dalam Rangka Tasyakuran Kapolresta Malang Kota.  Kapolresta bersama Waka Polresta Makota, AKBP Totok Mulyanto DS SIK juga membagikan santunan bagi anak yatim.piatu.

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Makota AKBP Budhi Hermanto mengajak berdoa bersama untuk keselamatan bersama.  “Ini hari pertama saya jadi Kapolresta di Kota Malang. Saya diher  karena ini merupakan  yang ketiga kalinya jadi Kapolres,” kata dia sembari disambut senyum hadirin.

Menurut Kapolresta yang akrab disapa Buher ini, kesuksesan itu  bukan dinilai dari hasil yang bisa diraih. “Kesuksesan itu seberapa besar kita bisa mengatasi masalah yang dihadapi,” kata pria ramah ini.

Makanya, mantan Kapolres Batu dan Kapolres Blitar ini mengajak semua tokoh agama dan anak yatim piatu untuk berdoa. Doa bersama itu untuk keselamatan bersama, kata buher

“Demi keselamatan bersama kami  mohon doa  pada para tokoh yang hadir dan anak yatim piatu. Semoga kita kedepan selamat dan bisa mengatasi permasalahan yang ada,” kata dia.

Ketua NU Jatim, KH Marzuki Mustamar mengamini doa Kapolresta Buher. “Semoga Malang Raya dan Indonesia aman. Saya berharap semoga Pak Kapolresta Buher cepat ke Jakarta. Entah tahun depan atau dua tahun lagi insyaa Allah ke Jakarta,” kata dia yang dijawab hadirin dengan aamiin secara serentak.

Menurut KH Marzuki Mustamar, apa yang dilakukan Kapolresta Buher insyaa Allah barokah. Sebab, dia yakin polisi profesional. Semua rakyat dilayani dan diayomi.

Menurut KH Marzuki, mau Kapolresta beragama  muslim atau non muslim, Malang aman-aman saja. “Makanya, yang berhak masuk surga duluan menurut saya rombongan Pak Kapolresta. Sebab kita bisa berdoa khusuk, sekolah, bekerja aman, ya karena kinerja teman-teman Polri dan TNI,” tutur dia.

Karena itu dia berpesan agar Polri profesional. “Apapun agamanya Kapolresta bekerjalah profesional, madep, mantep. Semoga Polresta Malang tetap menjadi mikot di Polri. Siapa pun yang ditugaskan di Malang insyaa Allah barokah dan bisa menjadi icon di tubuh Polri,” kata dia berdoa yang disambut hadirin dengan ucapan aamiin secara serentak. (polrestamalangkota.id)