Jalanan Kota Malang Mulai Tergenang Air Saat Hujan

Ngalamnews – Hujan deras yang melanda kota malang mengakibat saluran air tersumbat, di beberapa titik jalan di wilayah Kota Malang dan mengalami banjir, Sabtu (12/12/2020) sore.

Beberapa ruas jalan yang mengalami banir diantaranya di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Borobudur, Jalan Galunggung, Jalan Raden Intan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Sudimoro.

Dari beberapa titik banjir, yang paling parah adalah di Jalan Sudimoro.

Dengan jalan yang membentuk cekungan dan sungai yang tersumbat, membuat jalan tersebut langsung dipenuhi air hujan.

Karena hujan yang terus mengguyur cukup lama, akhirnya jalan tersebut mengalami banjir hingga ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Informasi salah satu warga, Singgih (42) menuturkan kejadian banjir itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

“Saat itu genangan air masih kecil, namun lama kelamaan menjadi makin tinggi. Dan sekitar pukul 14.00 WIB, air sudah mencapai hingga 1,5 meter,”

Warga pun langsung segera berinisiatif menutup Jalan Sudimoro. Karena genangan air sudah tinggi dan berbahaya bagi para pengguna jalan, Sekitar pukul 14.30 WIB, petugas BPBD Kota Malang pun segera datang ke lokasi kejadian.

Petugas langsung mengangkat sampah yang menyumbat sungai yang berada di sekitar Jalan Sudimoro, Tak berselang lama, banjir yang menggenangi jalan tersebut berrangsur surut.

Namun meski begitu, pihak BPBD Kota Malang tetap bersiaga di sekitar Jalan Sudimoro, Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto membenarkan beberapa titik jalan di wilayah Kota Malang mengalami banjir.

“Untuk penyebabnya karena aliran drainase yang tersumbat. Sedangkan pemicunya karena hujan deras yang terus mengguyur Kota Malang dalam waktu yang cukup lama, hingga kurang lebih selama dua jam. Namun saat ini banjir di beberapa titik tersebut sudah mulai surut,” ujarnya.

Saat ini pihaknya masih terus bersiaga mengantisipasi terjadinya banjir susulan, “Kami bersinergi dengan DPUPR Kota Malang, DLH Kota Malang, dan Satpol PP Kota Malang dalam rangka GASS (Gerakan Angkat Sampah Dan Sedimen). Sehingga yang kami lakukan saat ini adalah mengangkat sampah dan sedimen yang menyumbat saluran air, sehingga tidak sampai kembali terjadi banjir lagi,” tandasnya. (Kukuh)

Dikutip dari suryamalang.com