Guru

Guru…. Apa yang ada dibenak kalian ketika membaca atau mengucapkan kata tersebut.

Seseorang yang memberikan ilmu nya dengan senang hati kepada anak didiknya, seseorang yang rela menempuh jarak jauh demi bisa belajar bersama anak anak, seseorang yang dengan sabar mengenalkan huruf dan angka kepada murid muridnya, seseorang yang rela berpisah dengan keluarga dan tinggal di pelosok untuk bisa mencerdaskan anak bangsa, seseorang dengan segala keterbatasannya masih semangat mengabdikan diri untuk bangsanya, seseorang dengan gaji kecil tetap tersenyum dan tak kenal lelah mendidik siswa siswinya.

Pertanyaan nya… Masih adakah saat ini guru seperti tersebut di atas?

Ketika siswa tersebut meraih prestasi, orang tua akan langsung berkata “siapa dulu orang tuanya”. Tapi disaat seorang siswa gagal dalam pendidikan nya, guru adalah orang pertama yang disalahkan. Tak becus mendidik, makan gaji buta dan ungkapan lainnya.

Terlebih di masa pandemi seperti ini, banyak kata kata yang terlontar, “enak yaa jadi guru, tetap digaji, tidak mengajar, minta tugas dikumpulkan segera, tidak mau mengerti orang tua murid bekerja, orang tua repot mengajar anak nya di rumah,belum lagi dengan seabrek kerjaan rumah, guru nya enak enak tidak mengajar, orang tua tetap diminta bayar iuran.

Guru saat ini hanya menjalankan kewajiban sesuai peraturan pemerintah, kami sangat ingin anak anak kembali belajar di sekolah, kami juga rindu belajar bersama mereka, kami tidak makan gaji buta, kami tetap menjalankan kewajiban kami,tapi dengan cara yang berbeda. Dan selalu berharap keadaan segera pulih kembali.

Mari bersama sama membangun generasi penerus bangsa ini, tanpa saling menyalahkan satu sama lain. Belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, asalkan ada kemauan. Belajar tak hanya untuk yang muda, orang tua juga perlu belajar untuk bisa mengikuti perkembangan dunia, sehingga tak ada lagi pemikiran sempit akan suatu hal.