Uncategorized
Fasilitasi Kelembagaan Karang Taruna, Kelurahan Purwantoro Menggandeng Dispora dan Barenlitbang Kota Malang

Fasilitasi Kelembagaan Karang Taruna, Kelurahan Purwantoro Menggandeng Dispora dan Barenlitbang Kota Malang

Ngalamnews – Pagi ini ada yang berbeda dari Kelurahan Purwantoro. Banyak pemuda karang taruna berbondong-bondong datang ke Aula Kelurahan Purwantoro untuk mengikuti ‘Kegiatan Fasilitasi Kelembagaan Karang Taruna Kelurahan Purwantoro’. Hal ini merupakan salah satu program kerja yang dicanangkan oleh Kelurahan Purwantoro untuk pengembangan Karang Taruna.

Narasumber yang didatangkan tidak tanggung-tanggung, yakni dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang.

Materi pertama disampaikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang bidang Kewirausahaan yang diwakili oleh Bapak Batin Edi SE. Dalam materinya beliau berharap bahwa pemuda (Karang Taruna) untuk bisa mengembangkan potensi Keterampilan dan Kemandirian berusaha.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Willstar Sinaga selaku Kepala Sub Bidang Ekonomi Kreatif Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa dalam terdapat 16 Sub Sektor dalam Ekonomi Kreatif.

Diantaranya :

  1. Aplikasi dan Game Developer;
  2. Arsitektur;
  3. Desain Interior
  4. Desain Komunikasi Visual;
  5. Desain Produk;
  6. Fashion;
  7. Film, Animasi dan Vidio;
  8. Fotografi;
  9. Kriya;
  10. Kuliner;
  11. Musik;
  12. Penerbitan;
  13. Periklanan;
  14. Seni Pertunjukkan;
  15. Seni Rupa; dan
  16. Televisi dan Radio.

Dari 16 sub sektor Ekonomi Kreatif tersebut, Kota Malang memiliki 6 sub sektor dengan potensi tertinggi.

Diantaranya :

  1. Kriya
  2. Desain Komunikasi Visual (DKV)
  3. Fashion
  4. Arsitektur
  5. Seni Rupa
  6. Seni Pertunjukkan/Fotografi

Oleh karenanya beliau berpesan “Sebagai Generasi Milenial Kita Juga Harus Memulai Membangun Profesionalisme dengan Berpartisipasi dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *