NgalamNews – Selama tahun 2021, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang menindak para pelanggar yang sudah mengganggu ketertiban umum dan lingkungan.

Tak tanggung-tanggung dalam hasil rekapan penindakan ditahun 2021 kemarin, jumlah pelanggar memang bervariasi.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat ST M Ling saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/1/22).

“Ada yang bervariasi. Itu yang sudah kami tindak sejak awal Januari hingga Desember 2021 kemarin,” ujarnya kepada reporter City Guide FM.

Ia menyebut, yang paling banyak ditindak tegas yakni pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang ketertiban umum, lingkungan, pencegahan, dan penanganan virus Covid-19.

“Kalau pelanggar itu sebanyak 245 orang, karena yang banyak saat diawal bulan Januari. Sedangkan mendekati akhir tahun kemarin, ada penurunan sekitar 2-3 pelanggar,” tuturnya.

Sedangkan, lanjut dia ada 2 jenis pelanggaran yang juga berhasil ditindak tegas oleh jajarannya.

Diantaranya pelanggaran reklame, ketertiban umum seperti PKL berjualan di trotoar jalan, parkir liar, dan tidak memiliki izin jual-beli minuman berakohol.

“Reklame ada 66 pelanggar sesuai dengan Perda No. 8 Tahun 2006, kalau PKL ada 39 pelanggar, miras tanpa izin sebanyak 15 tempat usaha, dan parkir liar ada 15 orang,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, total seluruh pelanggaran yang sudah ditindak sebanyak 400 pelanggar dan total denda yang terbayarkan oleh pelanggar senilai Rp. 88.330.000.

“Hasil denda yang sudah dibayar, otomatis dimasukkan ke kas negara. Sedangkan untuk barang bukti non miras, sudah dikembalikan ke pelanggar,” tambahnya.

Sedangkan, untuk barang bukti berupa botol miras disita oleh Kejaksaan Negeri Kota Malang. “Karena dikami tidak ada gudang, jadinya itu diserahkan ke Kejari untuk dimusnahkan,” pungkasnya. (Ocky)

Reporter: Ocky Novianton

By sugeng